Saturday, November 13, 2010

Peternak Merapi Resah, Sapi Dijual Murah

Peternak sapi yang menjadi korban erupsi Gunung Merapi diliputi rasa cemas karena belum ada kepastian pemerintah yang siap membeli hewan ternak mereka. Tak adanya kepastian itu membuat mereka menjual sapi-sapinya ke Tengkulak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari di pengusian.

"Saya akhirnya menjual sapi ke Tengkulak, karena untuk kebutuhan hidup. Biasanya sapi saya jual seharga Rp10 juta tapi saya jual hanya Rp4,5 juta," kata Rismanto (55 tahun) warga dusun Balong, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman Yogyakarta saat ditemui VIVAnews di tempat pengungsian Ternak Universitas Sanata Dharma, Kampus Paingan, Maguwoharjo Yogyakarta, Sabtu 13 November 2010.

Menurutnya, situasi ini dimanfaatkan para Tengkulak untuk membeli ternak para korban erupsi Gunung Merapi dengan harga murah, mengingat banyak warga yang depresi, ditambah harta benda yang sudah hancur, dan hanya tersisa hewan ternak.

Diketahui, tempat penampungan ternak Universitas Sanata Dharma terdapat 75 sapi milik warga.

Sementara itu, di penampungan lapangan Tlogoadi, Kecamatan Mlati, Sleman, salah satu warga, Parwanto (55 tahun) warga Balangan, Pakem mengaku tidak ingin menjual ketujuh sapi miliknya. Sebab, saat ini disediakan penampungan dari Koperasi Warga Mulyo.

"Memang ada warga juga yang menjual karena stress. Tapi kalau saya tidak, karena untuk mensiasati tidak ada pemasukan, saya memeras susu (sapinya) dan dijualnya ke rumah-rumah warga di Tlogoadi," tuturnya.

Warga yang sehari-hari tinggal di pengungsian Banteng Baru, Kaliurang, Yogyakarta itu menyarankan, kalau pemerintah ingin membeli sapi-sapi atau ternak para korban Merapi sebaiknya dengan harga yang sesuai, jangan sampai karena sedang terkena musibah malah dibeli dengan harga murah.

Sementara itu, jumlah hewan ternak sapi di lapangan Tlogoadi berjumlah 205 ekor.

1 comment:

hari said...

Pemerintah seharusnya memihak pada rakyat bukan malah mengambil keuntungan dari program yang digulrkan....
ingat,anda ada karena rakyat membela anda saat pamilihan,.. sudah seharusya anda berpihak pada rakyat bukan malah mencari celah2 untuk mencari keuntungan yang tidak seharusnya anda lakukan..Deptan tolong bentuk panitia khusus yang mengawasi program ini, sehingga rakyat tidak merasa dirugikan..